Rabu, 26 September 2012

Pankreas

Pankreas adalah kedua kelenjar endokrin memproduksi hormon penting, termasuk insulin, glukagon, dan somatostatin, serta kelenjar eksokrin, pankreas mengeluarkan enzim yang mengandung jus pencernaan yang lolos ke usus kecil. Enzim ini membantu dalam pemecahan lebih lanjut dari karbohidrat, protein, dan lemak dalam perut yg menghancurkan makanan tersebut.
 
Anatomi Pankreas & Duodenum
Pankreas memiliki tiga bagian utama:
  •           Kepala: daerah pankreas ke kanan perbatasan kiri vena mesenterika unggul.
  •           Tubuh: daerah pankreas antara batas kiri vena mesenterika unggul dan batas kiri dari aorta. 
  •           Tail: daerah pankreas antara batas kiri aorta dan hilus limpa.
Situs yang paling umum dari primary adalah kepala pankreas. Pankreas memiliki dua komponen fungsional: endokrin, untuk memproduksi insulin dan hormon lainnya, dan eksokrin, untuk menghasilkan jus pankreas untuk pencernaan. Pankreas berada dalam kontak langsung dengan lambung, duodenum, limpa, dan kapal utama perut.


 1.      Kepala pankreas
 2.      Proses uncinate
 3.      Pankreas takik
 4.      Tubuh pankreas
 5.      Anterior permukaan
 6.      Inferior permukaan
 7.      Superior marjin
 8.      Anterior marjin
 9.      Inferior marjin
 10.  Omentum umbi
 11.  Ekor pankreas
 12.  Usus duabelas jari


Fungsi Pankreas 
Pankreas adalah kelenjar dual-fungsi, memiliki fitur dari kedua kelenjar endokrin dan eksokrin.

Kelenjar endokrin
Bagian dari pankreas dengan fungsi endokrin terdiri dari sekitar satu juta kelompok sel yang disebut pulau Langerhans. Ada empat jenis sel utama dalam pulau. Mereka relatif sulit untuk membedakan menggunakan teknik pewarnaan standar, tetapi mereka dapat diklasifikasikan oleh sekresi mereka: sel α glukagon rahasia, sel-sel β insulin rahasia, δ sel mensekresikan somatostatin, dan PP sel pankreas mensekresi polipeptida.

Eksokrin
Berbeda dengan pankreas endokrin, yang mengeluarkan hormon ke dalam darah, pankreas eksokrin memproduksi enzim pencernaan dan cairan alkali (disebut sebagai jus pankreas), dan mengeluarkan mereka ke dalam usus kecil melalui sistem saluran eksokrin dalam menanggapi kecil usus hormon secretin dan cholecystokinin. Enzim pencernaan tripsin termasuk, chymotrypsin, lipase pankreas, dan amilase pankreas, dan diproduksi dan disekresikan oleh sel-sel asinar dari pankreas eksokrin. Spesifik sel yang melapisi saluran pankreas, yang disebut sel centroacinar, mengeluarkan solusi-bikarbonat dan garam-kaya ke dalam usus kecil.

Sumber: http://www.news-medical.net/health/What-Does-The-Pancreas-Do-(Indonesian).aspx

Skema Glikolisis


Glikolisis adalah salah satu bentuk metabolisme energi yang dapat berjalan secara anaerobik tanpa adanya oksigen. Proses glikolisis menggunakan simpanan glukosa yang sebagian besar akan diperoleh dari glikogen otot atau juga glukosa yang terdapat di dalam aliran darah untuk menghasilkan ATP. Skema Glikolisis (Diagram Glikolisis) dapat dilihat di bawah ini.
Proses glikolisis di sitoplasma berlangsung secara anaerob. Dari proses glikolisis menghasilkan senyawa 2, 2, 2 (Asam Piruvat, ATP, NADH) dengan bahan glukosa (hasil fotosintesa) berjalan dengan 10 tahap GiGiFiFi PeGAL.


Inti dari proses glikolisis adalah sel akan mengubah molekul glukosa menjadi asam piruvat dan proses ini juga disertai dengan pembentukan ATP. Jumlah ATP yang dihasilkan dari proses glikolisis berbeda bergantung berdasarkan asal molekul. Asam piruvat (CH3COCO2OH) adalah sebuah asam alfa-keto yang memiliki peran penting dalam proses-proses biokimia. Anionkarboksilat dari asam piruvat disebut piruvat. Asam piruvat berbentuk cairan tidak berwarna dengan bau yang mirip dengan asam asetat.
Lintasan glikolisis yang paling umum adalah lintasan Embden-Meyerhof-Parnas (EMP pathway), yang pertama kali ditemukan oleh Gustav Embden, Otto Meyerhof dan Jakub Karol Parnas. Glikolisis secara harfiah berarti pemecahan glukosa. Fungsi glikolisis yaitu: Pemecahan monosakarida untuk menghasilkan energi dan menyediakan satuan pembentuk untuk sintesa senyawa yang diperlukan sel seperti gliserol untuk sintesa trigliserida atau lemak. Syarat glikolisis yaitu sel harus memperoleh glukosa. Beberapa jenis sel seperti sel-sel hati dan buah pinggang (kidney) dapat menghasilkan glukosa dari asam amino, dan hanya hati dan sel-sel jaringan menyimpan glukosa dalam jumlah banyak. Glukosa ini disimpan sebagai glikogen. Hati dan jaringan memecahkan glikogen menjadi glukosa (atau bentuk monosakarida lain). Sel-sel badan lainnya harus memperoleh glukosa dari sirkulasi darah, sehingga badan perlu mempertahankan suatu konsentrasi yang relatif tetap dari glukosa darah supaya dapat hidup. Hasil glikolisis adalah dua unit senyawa yang mengandung tiga atom karbon yaitu asam piruvat. Sebagian sel-sel mengubah asam piruvat menjadi asam laktat.



Enzim-Enzim Pencernaan

Enzim-enzim pada pencernaan yaitu:
1.      Enzim ptialin
Enzim  ptialin terdapat di dalam air ludah, dihasilkan oleh kelenjar ludah. Fungsi enzim  ptialin untuk mengubah  amilum (zat tepung) menjadi  glukosa .

2.      Enzim amilase
Enzim  amilase dihasilkan oleh kelenjar ludah (  parotis ) di mulut dan kelenjar pankreas.

3.      Enzim maltase
Enzim  maltase terdapat di usus dua belas jari, berfungsi memecah molekul  maltosa menjadi molekul  glukosa .  Glukosa merupakan sakarida sederhana (  monosakarida ). Molekul  glukosa berukuran kecil dan lebih ringan dari pada maltosa, sehingga darah dapat mengangkut glukosa untuk dibawa ke seluruh sel yang membutuhkan.

4.      Enzim pepsin
Enzim  pepsin dihasilkan oleh kelenjar di lambung berupa  pepsinogen . Selanjutnya  pepsinogen bereaksi dengan asam lambung menjadi  pepsin .

5.      Enzim tripsin
Enzim  tripsin dihasilkan oleh kelenjar  pancreas dan dialirkan ke dalam usus dua belas jari (  duodenum ).

6.      Enzim renin
Enzim  renin dihasilkan oleh kelenjar di dinding lambung. Fungsi enzim  renin untuk mengendapkan  kasein dari air susu. Kasein merupakan protein susu, sering disebut keju. Setelah kasein diendapkan dari air susu maka zat dalam air susu dapat dicerna.

7.      Asam khlorida (HCl)
Asam khlorida  (HCl) sering dikenal dengan sebutan asam lambung, dihasilkan oleh kelenjar didalam dinding lambung. Asam khlorida berfungsi untuk membunuh  mikroorganisme tertentu yang masuk bersama-sama makanan. Produksi  asam khlorida yang tidak stabil dan cenderung berlebih, dapat menyebabkan radang lambung yang sering disebut penyakit ”mag”.

8.      Cairan empedu
Cairan empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung dalam kantong empedu. Empedu mengandung zat warna  bilirubin dan  biliverdin yang menyebabkan kotoran sisa pencernaan berwarna kekuningan. Empedu berasal dari rombakan sel darah merah (  erithrosit ) yang tua atau telah rusak dan tidak digunakan untuk membentuk sel darah merah yang baru. Fungsi empedu yaitu memecah molekul lemak menjadi butiran-butiran yang lebih halus sehingga membentuk suatu  emulsi . Lemak yang sudah berwujud  emulsi ini selanjutnya akan dicerna menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana lagi.

9.      Enzim lipase
Enzim  lipase dihasilkan oleh kelenjar pankreas dan kemudian dialirkan ke dalam usus dua belas jari (  duodenum ). Enzim  lipase juga dihasilkan oleh lambung, tetapi jumlahnya sangat sedikit.

Sumber: http://ratnadwip.wordpress.com/2012/02/29/enzim-pencernaan/

Anatomi Penis Pria


Penting sekali memahami anatomi penis sehingga anda yakin latihan apa yang harus anda lakukan. Dalam pedoman online ini terdapat beberapa diagram. Anda harus tahu persis bentuk penis, setidaknya kami berharap anda mengamatinya melalui diagram yang kami sediakan. Baca dan pelajarilah diagram ini, pasti akan berguna.

Saat anda ereksi, otak melepaskan hormon yang kemudian dikirim ke penis, memenuhi jaringan ereksi. Bilik darah di Corpora Cavernosa terisi hingga kapasitas maksimum dan membuat anda mengalami ereksi. Oleh karena itu ukuran penis anda dipengaruhi oleh ukuran Corpora Cavernosa anda. Berita baiknya adalah bahwa kami telah mengembangkan sebuah teknik untuk meningkatkan jumlah darah yang tertampung dalam Corpora Cavernosa. Artinya anda bisa mendapatkan penis lebih panjang dan keras.


Corpora Cavernosa mempunyai ukuran tertentu yang membatasi kekerasan dan panjang penis saat ereksi.
Sumber: http://seksologic.blogspot.com/2011/01/anatomi-penis.html

Amoeba



Amuba atau Amoeba adalah salah satu protista yang termasuk dalam kelas Rhizopoda pada filuum Protozoa. Amoeba bergerak dengan pseudopodia atau merujuk pada genusnya. Kata Amoeba berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan. Jadi Amoeba artinya hewan pertama. Protozoa merupakan  hewan yang sangat kecil, yaitu antara 3-1000 mikron. Tubuh Amoeba hanya terdiri dari satu sel tunggal (unisel). Bentuk  Amoeba macam-macam, ada yang seperti bola, bulat memanjang, atau seperti sandal dan ada yang bentuknya tidak menentu. Tempat hidup amoeba di tempat yang basah atau di air. Protozoa hidup secara koloni. Jika hidup di dalam ekosistem air Amoeba disebut zooplankton. Tubuh protozoa bagian luar berbentuk membran sel yang tipis, elastis, permeable, yang tersusun dari bahan lipoprotein, sehingga bentuknya mudah berubah-ubah. Beberapa protozoa memiliki rangka luar yang terbentuk dari zat kersik dan kapur. Organel yang terdapat di dalam sel Amoeba adalah Nucleus, badan golgi, mikrokondria, plastida dan vakuola. Ciri-ciri Amoeba sebagai hewan adalah gerakannya yang aktif dan silia atau fragen, memiliki membran seel dari zat lipoprotein dan bentuk tubuhnya bisa berbah-ubah.

Amoeba pertama kali ditemukan oleh August Johan Rosel von Rosenhof pada tahun 1957. Nama awal Amoeba adalah Proteus animalcule. Pemberian nama ini didasarkan pada dewa Yunani yang bernama Proteus yang bisa megubah bentuknya. Nama Amoeba diberikan oleh Bory de Saint-Vincent.